Aku pikir ini
blog tidak akan ada yang mau baca karena emang tidak seru… hehe.
Baiklah aku cuma
mau shering cerita yang mudah-mudahan gak bikin kalian pembacanya muntah, jadi
yang belum siap mental lebih baik siapin ember dan obat sakit perut kaya bodrek
(*itu obat sakit kepala -_-“).
Part 1 Cipok dan baby
Aku adalah orang
yang malas, pendiam dan sulit bergaul. Di kelas bahkan tidak sedikit punya
temen. Malah terkadang ada temen cewek yang bertanya atas dasar dugaan yang
menyayat hati dengan bilang “kamu itu homo ya? Kok pendiem banget dan jarang
nongkrong bareng temen yang lain?”
Langsung aja aku
jawab “ Gak, cuma lebih seneng send….” Belom selesai ngomong dia langsung pergi
dengan yang lain. Bikin patah hati aja. Padahal cuma temen sih. (*aku tuh gak
bisa diginiin)
Bikin tugas
adalah hal yang paling bikin malas menurutku, kalau kalian bagaimana?
Kemarin karena
malas lupa bikin tugas jadi rencana mau bikin di kampus. Sampai di kampus
seperti hari normal biasanya semua orang lagi sibuk kerjain tugas di kelas dari
yang nyontek sampai cewek yang marah-marah karena tugasnya di contek nyampur
jadi satu di kelas yang lebih mirip pasar dadakan akibat musim tugas.
Saat tugas
udah selesai dibuat dengan tangan sendiri saat itulah untuk mencocokkan dengan
jawaban teman. Bukannya sombong tapi ngerjain sendiri itu lebih seru dan keren
jadi bisa lebih ngerti. Yaa walaupun gak pinter banget, tapi yang penting
usahanya, bener gak?
Merasa jawaban
100% pasti bener, dengan percaya diri aku berdiri dan akan nyontek
mencocokkan dengan jawaban temen lain. Sampai ada satu temen cowok yang datang
sambil menatap tajam kaya banteng mau nyeruduk langsung megangin tugasku dan
bilang “Liat dong”.
Sekalian nyocokin
dan dengan percaya diri bahwa itu bener ya aku kasih liat. Dan sebuah kalimat
yang ajaib terucap dari mulutnya yang tak akan terlupakan sampai akhir hayat
#dramatis.
“Woy coeg, udah
ku bilangin dari tadi jawabanmu itu salah. Tak CIPOK kamu nanti”.
Dengan seketika
kalimat ajaib itu menyebar ke antero kelas, buat kelas yang riuh pikuk jadi
hening seketika dan yang ada hanya tatapan penuh kengerian dan praduga tak berdasar.
Tapi dengan santainya, orang yang sudah melakukan perbuatan itu malah pergi
dengan riang gembira keluar kelas. Dalam hati ingin berteriak “Whaaaaaattt… are
you doing man?”
Ya, entah aku
harus senang atau malu karena ada yang perhatian and mau *sensor aku. Mungkin senin
depan aku gak usah masuk aja. Atau harus operasi pelastik dulu, ubah nama dan
biodata, KTP, SIM, dan pindah yang jauh sampai tidak ada yang mengenali.
Nasi telah
menjadi bubur, bubur kacang ijo. (*unbeliveble)
Kalian dapat
menebak sendiri kelanjutan ceritanya….
Tapi ceritanya
belum habis, sorenya aku ngechat sama temen jauh ku yang paling tidak
dikangenin. Selesai ngasih semangat dan selamat karena tujuannya selama ini
akan terwujud walau masih ada satu ujian lagi dia berterima kasih. Tapi kata
yang tidak diinginkan mucul di layar HP.
Dalam chat dia bilang “Thanks.baby love u”
Dalam hati “temen
(dibaca :kamvret) gak tau diri udah di kasih semangat malah balasannya bikin
mau muntah”.
Jadi langsung
aja aku balas “… ke laut aja sna”.
Aku gak tau
kenapa hidupku di penuhi orang-orang macam begini, yang bikin hidupku rusak dan
tidak normal.
Mungkin ada
yang tau?
Kalau ada
tolong kirimin balasannya ya…!!!
Okey itulah ceritaku
yang membosankan dan merusak moral bangsa, aku jadi ingin bilang NO DRUGS.
(*gak nyambung)
Menyebalkan^^^
Sekian….
